Nuansa East meets West dari Shanghai Jazz di “Pasar Taon Baroe”

Nuansa East meets West dari Shanghai Jazz di “Pasar Taon Baroe”

“Pasar Taon Baroe” yang diselenggarakan Aspertina bekerja sama dengan Kota Kasablanka menghadirkan rangkaian acara hiburan dan edukasi dalam rangka memeriahkan Tahun Baru Imlek 2017. Shanghai Jazz adalah salah satu band yang turut mengisi “Pasar Taon Baroe”.

Aspertina berkesempatan untuk mewawancarai sang vokalis berusia 21 tahun, Evelyn. Shanghai Jazz sendiri terbentuk di kota Bandung dan dapat memainkan semua genre musik. “Shanghai Jazz itu memainkan semua genre, sesuai kebutuhan” jelas Evelyn.

Band yang di-manage oleh Berry and Friends Entertainment – Management ini core principles-nya adalah menyajikan perpaduan dua kebudayaan besar, yakni Barat dan Tionghoa atau East meets West. Hal senada diucapkan oleh Berry, sang manajer. Berry mengaku target audiensnya tidak eksklusif kepada komunitas Tionghoa. “Jadi kami welcome dengan segala macam jenis musik. Karena kami di manajemen ini sesama pecinta musik, suka jamming, masuk studio bareng sehingga segala jenis musik bisa dikombinasikan”. Ketika ditanya bagaimana bisa bertemu dengan rekan-rekannya, Berry mengatakan “Yang penting dimulai dari orang-orang yang suka, kerja dan menghidupi musik”.

Ketika ditanya mengenai audiens yang disasar, Evelyn sang vokalis menjawab “Pastinya semua usia, karena penikmat musik jazz itu tidak bisa diukur dari apakah dia seorang remaja, orang dewasa, orang tua. Hal yang unik di band kita adalah lagu yang dibawakan itu bisa lagu populer dari mana saja, tetapi kita bawakan dalam Chinese language dan kadang-kadang yang lebih banyak mengerti bahasanya itu orang tua”.  

 

Momen yang patut diapresiasi adalah ketika band ini menampilkan lagu ‘Rek Ayo Rek’ dengan lirik menggunakan bahasa Mandarin. ‘Rek Ayo Rek’ merupakan lagu daerah Jawa Timur yang bercerita soal ajakan bagi muda-mudi untuk berjalan-jalan di kawasan Tunjungan yang terkenal sebagai kawasan belanja dan kuliner di Surabaya. Lagu ini sempat membuat beberapa orang yang berjalan di Kota Kasablanka berhenti sejenak dan turut menikmati alunan lagu dan sebagian turut bernyanyi bersama Evelyn.

Sang vokalis kemudian mengakui mimpinya dan teman-teman untuk menciptakan lagu sendiri dan menemukan budaya lainnya yang bisa dipadukan dengan nuansa Tionghoa. Dalam kaitannya dengan Aspertina, Evelyn mengajak remaja-remaja dalam komunitas ini untuk semakin mengenal kebudayaan Indonesia yang dibawakan secara unik ini. Selain Evelyn, Berry sang manajer juga berbagi mimpinya. “Kami ingin lebih sering main di kota-kota besar seperti Jakarta, Bali, Surabaya dan kalau Tuhan mengizinkan di luar negeri”.