Artikel Lainnya

Umpan Lambung Susi Susanti

Apr 27, 2018

“Mustahil menjadi seorang juara bulutangkis jika hati dan pikiran tidak fokus pada tujuan” Susi Susanti

Lucia Francisca Susi Susanti menghabiskan masa remajanya untuk menekuni bulutangkis. Sejak sekolah menengah dia harus meninggalkan keluarganya untuk tinggal di asrama dan menempuh pendidikan di sekolah khusus atlet.

Sebagai seorang atlet jadwal latihannya sangat padat. Dalam sepekan, ia berlatih hampir setiap hari mulai hari Senin – Sabtu. Hari Minggu waktunya liburan, susi lebih memilih beristirahat di rumah. Ia sadar apa yang ia lakukan ini akan membuatnya jauh dari dunia luar, namun tekadnya sudah bulat ingin menjadi juara dunia.

Kegigihannya berlatih setiap hari membuahkan hasil, ia banyak mengantongi medali dalam berbagai turnamen. Susi merajai dunia bulutangkis kategori tunggal putri sejak awal hingga pertengahan 1990-an. Dia menjuarai All England (1990,1991,1993, dan 1994), Kejuaraan Bulu Tangkis Grand Prix Dunia dari tahun 1990 hingga 1994 dan juga 1996, serta Kejuaraan Dunia IBF tahun 1993. Dia juga menyabet gelar juara Japan Open 3 kali. Salah satu yang paling membanggakan adalah menjadi pemain bulutangkis wanita pertama yang menyabet medali emas di Olimpiade Barcelona 1992. Di hari itulah, Susi Susanti berhasil menorehkan nama Indonesia di kancah Internasional.

Karena sumbangsihnya bagi dunia bulutangkis, Susi menjadi salah satu atlet yang menerima Hall of Fame dari Federasi Bulutangkis Internasonal (IBF)(sekarang Federasi Bulutangkis Dunia (WBF)) pada Mei 2004 dan Herbert Scheele Trophy dari dewan IBF tahun 2002.

Susi menikah dengan rekan satu profesi, Alan Budikusuma pada tahun 1997. Alan Budikusuma juga meraih medali emas di Olimpiade Barcelona, kemudian banyak yang menyebut kedua pasangan ini adalah “Pasangan Emas”. Setahun berselang, Susi hamil dan memutuskan untuk gantung raket. Saat ini ia sudah memiliki tiga orang anak.

Meskipun sudah lepas dari dunia bulutangkis, namun Susi masih menunjukan eksistensinya. Saat ini ia menjabat sebagai Kepala Pelatihan Sub Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI. Ia juga kerap diundang sebagai komentator di pertandingan bulutangkis di stasiun televisi. Selain itu, Susi dan suaminya mendirikan tempat latihan bulutangkis Olympic Badminton Hall di Kelapa Gading, Jakarta dan membuat raket dengan merek Astec (Alan-Susi Technology). (Aspertina/TR)

Sumber foto: Antara

Sumber tulisan: dari berbagai literatur

Sekretariat Aspertina
EightyEight@Kasablanka Building Floor 32nd Unit A
Jl. Casablanca Raya Kav. 88
Jakarta 12870. INDONESIA

Phone :+62 21-29820200. Fax : +62 21-29820144

Copyrights © 2011-2016. Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia. All Rights Reserved.