Seni kuliner Peranakan Tionghoa di Indonesia sangat khas

Seni kuliner Peranakan Tionghoa di Indonesia sangat khas

Buku terbitan Kompas ini mengulas kuliner Nusantara yang dipengaruhi Peranakan Tionghoa Indonesia yang sudah berlangsung lama. Asimilasi dan akulturasi panjang ini mengahasilkan makanan – makanan unik yang tidak akan didapat di luar Indonesia, bahkan tidak akan didapat di negeri asalnya (Tiongkok), tidak juga di negeri Belanda (yang pernah menjajah Indonesia), akulturasi ini menghasilkan kuliner yang sama sekali baru dan spesifik khas Nusantara.

Melalui buku ini Aji ‘Chen’ Bromokusumo tidak hanya menjabarkan makanan serta resep dari Indonesia yang telah berbaur dengan cita rasa Tionghoa dan Belanda, tetapi juga menjelaskan tentang beberapa teknik mematangkan makanan seperti memanggang dan mengukus.

Buku ini sangat menarik dan perlu untuk dibaca karena tidak sekedar menyajikan informasi tentang kuliner Peranakan Tionghoa di Indonesia, tetapi juga memberikan wawasan kepada pembaca sekilas tentang sejarah dan akulturasi Peranakan Tionghoa di Indonesia melalui kuliner.

Buku yang ditulis dengan gaya bahasa yang informatif ini merupakan sebuah karya pionir yang patut dijadikan salah satu referensi bagi setiap orang yang tertarik untuk mengenal, memahami, dan memaknai keragaman budaya Indonesia dewasa ini. (Adrianus L. G. Waworuntu: Dosen PS Cina, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia)

Membaca buku ini serupa menyusuri jejak-jejak sejarah akulturasi budaya Nusantara – Tionghoa – Belanda melalui keunikan jalur kuliner. Saya tak sekedar mengenal jenis – jenis dan asal - usul makanan ala Peranakan, dari legenda  Hou Yi dan Chang E hingga kisah weddang ronde. Dengan membaca buku ini saya juga bisa mengerti berbagai ritual dan perayaan yang dulu kala menuntut penyajian makanan tertentu. (Endah Raharjo: Penulis Novel Senja di Chao)

Boga atau kuliner adalah bagian budaya yang melekat pada komunitasnya. Kemana pun komunitas tersebut pergi, maka kuliner selalu menyertai. Buku ini memberi bukti bahwa kuliner terbawa, terinteraksi dengan kondisi setempat dan menjadi duta dalam perjumpaan antarbudaya. (Handoko Widagdo: World Education Indonesia).

Ketika kita berbicara soal makanan, bisa dipastikan hampir semua dari kita menyukai topik tersebut. Makanan sebagai salah satu kebutuhan pokok manusia, juga merupakan bagian dari kebudayaan yang memanjakan kelima indera manusia, makanan juga bisa menjadi salah satu identitas bangsa, dengan kuliner suatu daerah atau negara dapat menarik wisatawan.

Saat ini pariwisata menjadi salah satu sektor penghasil devisa dibanyak negara, termasuk Indonesia. Banyak hal yang menarik dari Indonesia, yang sangat beragam budaya serta kulinernya. Hal ini tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara.

Selain objek wisatannya, kuliner juga menjadi daya tarik yang khas dari Indonesia. Bahkan adanya kebudayaan Tionghoa yang sudah menyatu dengan beberapa makanan khas di Indonesia menjadi seni kuliner Peranakan Tionghoa di Indonesia. Karena hal itu Aji ‘Chen’ Bromokusumo menjabarkannya dalam sebuah buku berjudul “Peranakan Tionghoa dalam kuliner Nusantara”.

Melalui buku ini Aji Chen berbagi pengalaman, cita rasa, dan interpretasi sejarah kuliner Peranakan Tionghoa yang sudah menjadi identitas nasional. Sebuah upaya melestarikan dan mempromosikan budaya Peranakan Tionghoa yang perlu dikenal dan dipahami generasi muda Indonesia yang  multietnis.

Pemesanan buku silahkan hubungi:

Sdri. Olin (telp: 021-29820200 / 081284559758)